Dia

by in 0

dia yang kuharap datang saat aku merasa lemah dan jatuh
ternyata bukan dia
dia yang kuharap mendukungku dalam segala langkahku
ternyata dia tidak ikut andil
dia yang kuharap membawakan payung saat aku basah kuyup karena hujan
ternyata dia hanya berdiam diri
dia yang kuharap meminjamkan bahunya untukku saat aku menangis
bahkan dia tidak mengenalku
dia yang kuharap memberiku semangat lewat senyumannya
bahkan kurasa dia tidak ingin mengenalku
dia yang kuanggap orang yang paling aneh di dunia ini
ternyata dia tidak tahu aku memperhatikannya
dia yang selalu berlari dalam pikiranku
ternyata dia mengunci rapat hatinya untuk orang-orang sepertiku
tapi bagaimana pun juga dia akan tetap kusegani
kesederhanaannya lah yang membuatku takjub pada makhluk-Mu yang satu ini
kekuatannya berolah hati lah yang membuatku mengaku kalah padanya
tanpa dia memberi tanda bahwa dia perang denganku
20 bulan itu bukan waktu yang singkat
dan juga bukan waktu yang lama untuk mulai memahami seseorang
tapi yang aku tahu
aku tak akan pernah paham dia seutuhnya
karena dia tak ingin aku pahami
aku tak pernah merencanakan sesuatu pun agar dia dan aku dapat saling mengenal
tetapi takdir lah yang bermain dengan kami berdua
entah sampai kapan takdir membuat kami bermain lebih lama
yang terpenting adalah sepertinya hatiku padanya
tak akan berubah
walau dia tidak pernah memandangku sekali saja

Leave a Reply