Archive for November 2011

Untuk Apapun Artinya

by in 3

 
Untuk apapun artinya
Aku belum lakukan apa yang aku bisa
Kerja belum apa-apa
Belum bisa mengartikan arti dari hati yang sakit
Belum dapat mengerti apa yang harus dan tidak harus dilakukan
Belum dapat paham apa yang harus dan tak harus dikatakan
Aku belum berikan apa yang kupunya
Aku belum dapat perhatikan kau, seperti apa yang hendak kulakukan padamu
Untuk apapun artinya
Kau telah berbalik arah dan menjauh dariku
Kau telah memutuskan untuk berhenti menerima apapun dariku
Kau telah memilih jalan untuk itu
Bukankah aku sudah katakan
Aku selalu menghargai jalan apapun yang kaupilih dalam hidupmu
Untuk apapun artinya
Aku selalu tulus melakukan apa yang aku lakukan
Untuk segala urusan yang menyangkut kau dan aku
Bukankah terlalu sulit bagimu untuk memilih
Bukankah terlalu sakit bagimu untuk berdiam diri
Untuk apapun artinya
Jika kau butuh pengakuan
Kuberitahu kau, semoga bukan untuk terakhir kalinya
Belajarlah, dan buktikan kepada mereka semua bahwa kau
Pantas untuk diakui
Aku tidak pernah meragukanmu untuk hal-hal ini
Bahkan sesungguhnya di umurmu yang sekarang ini
Kau lebih banyak mengalami kesedihan
Kau lebih banyak mengetahui tentang lelahnya tidak diakui
dibandingkan dengan ku..
Untuk apapun artinya
Lakukan lah semua yang kau mau
Jika itu membuatmu lebih baik
Jika itu membuatmu bahagia dan senang
Termasuk berdiam diri denganku
Jika uluran tanganku kau anggap palsu
Jika sayangku padamu kau anggap nihil
Atau semua kata-kataku kau anggap omong kosong
Aku akan berteriak lakukan, walaupun dihatiku aku tidak pernah mengatakannya
Bukan hal seperti itu,
Kita memang tak pernah bertanya satu sama lain
Tentang bagaimana hal yang ada
Tentang bagaimana cita-cita kita masing-masing
Tapi walaupun begitu, aku sudah tau apapun yang kau sembunyikan
Dan kau tahu banyak tentangku dibanding orang lain
Bukankah itu hal yang tidak wajar?
Beginilah kita, tunggu saja takdir yang memainkan kita
Akan tetapi.....
Untuk apapun artinya
Kau bisa percaya padaku...

Memahami Perasaan = Mengejar Bis = Capek

by 0

Masih ingat cerita tentang 2 orang dulu itu?
Rasanya saya mulai mengeluh, karena memahami mereka berdua itu sangat susah. Aku jadi ragu hal ini kulakukan atas dasar sayang atau kasihan, yang jelas mengerti mereka berdua rasanya seperti mengejar bus hari ini. Capek.
Betapa bodohnya aku, aku belum sadar ketika aku memberi semangat kepada orang lain, ternyata diriku butuh semangat sendiri. Tapi sepertinya tidak ada yang paham akan hal ini. Sudah lama aku hidup dengan cara seperti ini dan aku merasa kacau. Sangat kacau.
Aku hanya sedikit kesepian kupikir.
Kuselesaika masalahku satu per satu, ternyata lubang dalam hati ini masih ada, seperti merasakan sendiri di tengah-tengah tawa..
aku pernah berkonsultasi dengan 'suhu'ku.. masalah ini, akan tetapi aku hanya berhenti di tahap ketiga dan sampai sekarang masih ditahap tiga, aku belum bisa berdamai dengan lignkungan..

I < 3 Bapak

by 2

Bapak adalah orang yang sederhana. Sangat. Aku jarang berbicara padanya. Jaraang sekali. Aku hanya berbicara padanya kira-kira 20 kata perhari. Padahal serumah. Tentang Bapak yang terpatri di otakku adalah. Bapak orang yang keras, di mana apapun yang aku lakukan selalu salah. sudah 5 tahun ini Bapak diam denganku. Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, kalau aku melakukan sesuatu yang salah beliau hanya diam, menatapku lama. Setelah itu beliau ke dapur membuat teh atau ke ruang tamu untuk membaca buku. Oleh karena hal itu, jika aku marah pun, aku diam.
Bapakku bukan seorang yang kaya. Bapakku hanyalah seorang Bapak. Beliau mengasuh anak-anak kecil untuk diajari mengaji. Kupikir aku tak punya kenangan yang manis dengan Bapak. Kupikir di mataku Bapak hanyalah seorang yang galak dan keras. Memang benar Bapak tidak pernah menunjukkan kasih sayangnya padaku 5 tahun ini. Dan sudah 5 tahun ini pun Bapak tidak mencium pipiku. Aku jauh dari Bapak. Aku pun juga tidak berkomunikasi dengan Bapak. Seperti bukan hubungan Bapak-Anak. Sekali lagi aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kita berdua.
Bapakkku bukan Bapak yang sering memberikan sesuatu untuk anak istrinya. Bahkan untuk sekedar teh kotak pun. he he. Aku tak punya kenangan barang dengan Bapakku. Bapak belum pernah membelikanku dan ibuku atau adikku baju baru pun. Kenanganku dengan bapak adalah saat bercengkerama selama 1 jam. dan itu hanya terjadi 3 kali selama 5 tahun ini. Dan ketiga pertemuanku pun membuat aku menangis keras. Aku yang biasa terdidik keras dan tidak mudah mengeluarkan air mata pun, tertunduk dihadapan kata-kata Bapak. Hubunganku dengan Bapak sangat rumit. Jika ada apa-apa tentang diriku, aku hanya bilang ke Ibu. Oleh sebab itu Bapak juga diam. Tetapi baru akhir-akhir ini aku menyadari sesuatu bahwa, Bapak sayang dengan aku. Jawaban atas diamnya adalah Bapak merasa segan denganku karena merasa tidak dapat menyanggupi keperluanku, merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jujur saja hatiku keras dengan Bapak. Aku segan dengan beliau. Sungguh. Bapak hanya diam dan menatapku lama karena Bapak malu untuk menepuk pundak dan becengkrama denganku. Bapak orang yang bersahaja dan beliau adalah orang yang tegas. Yang benar, adalah benar. dan yang salah adalah salah. Begitu prinsip hidupnya. Aku tahu lelaki lebih kontras fisiknya daripada hatinya, tetapi Bapakku lebih maju perasaannya apabila dengan keluargaku. Kejadian ini yang membuatku sadar bahwa Bapak sayang padaku.
Ketika aku berumur 8 tahun pada masa itu, suatu hari aku menginginkan es krim walls conello kira-kira harganya 7ribu rupiah. Aku tak berani bilang pada ibuku. Yakin aku pasti dimarahi dan yaa seperti itulah. Aku hanya memandanginya dari jauh. Aku juga tak berani minta pada Bapak. Karena aku sangat paham Bapak tidak punya uang di dompetnya, setelah pulang sekoah aku hanya diam. Mengerjakan apapun dengan diam. Maklum anak kecil. he he. Ibuku sibuk dengan rumah dan bapak pergi entah kemana. Pikiranku mulai aneh-aneh aku merasa anak tersingkir (gara-gara eskrim??) entahlah, aku berpikir aku hanya setengah manusia saja disini. Dan sore harinya pun hujan sangat deras dan Bapak pulang. Tiba-tiba Bapak memberiku uang 50rb pada masa itu dan bilang "Ayo beli eskrim". Dan hujan-hujan aku dan Bapak beli eskrim di toko depan jalan dekat rumahku. Aku menunjuk eskrim yang kumau. Aku bawa pulang eskrim itu dan makan sambil menangis. Bapak tak pernah memberitahuku dari mana uang itu dulu berasal. "Yang penting halal", katanya. Sampai saat ini aku tidak pernah makan eskrim conello 7rb lagi. Sampai saat ini aku tak pernah meminta apapun dengan Bapak, uang apapun dan barang apapun. Aku sudah sangat senang ketika Bapak masih bisa mengantarku pergi melihat pameran, aku sudah cukup senang ketika Bapak menandatangani raporku dengan senyum apapun hasilnya. Aku sayang Bapak dengan segala diam dan bisunya. I <3 Bapak

Misiku, Kerjaanku, Cintaku, Keyakinanku part 1

by 0

Haloo. Senang rasanya aku tau kalau ada yang setia membaca blog ini. Katanya sih isinya cuma curahan hati gitu. Yah memang bener kok. Aku nulis memang pakai hati. hihi *say hai utk orang yang disana. 
It's time for story. Saya menulis disini karena saya yakin, orang tersebut tidak akan membacanya. Yah. Saya emang suka buat orang bingung. Tolong dijadikan momentum. ha ha
Sapaertinya aku sudah menyakiti banyak hati ini. Suatu ketika aku terkejut karena pekerjaanku sebagai agen pun sudah berhenti. Karena aku gagal. Dikhianati.
Suatu sore di bulan November, aku masih sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan organisasiku karena bulan November adalah the BIG DAYnya organisasiku yang satu ini, jadinya harus all out. Ketika itu hujan deras sekali. Aku ada dipojok untuk menghitung uang, banyak teman-teman lain yang masih ada disitu untuk sekedar bercerita. Akan tetapi, tiba-tiba ada satu orang yang bertanya padaku. "Kamu pernah punya pacar?". Aku sudah mencium sesuatu yang tidak beres ini. Lalu aku pun menjawab."Urung. Lha menurutmu?". Aku semakin curiga. "haha ngapusi, pas SMP sama anak ***i?". Sungguh kaget aku. Pertama terlintas diotakku. Jahat. Kedua, sialan aku dikhianati. Ketiga, aku berpikir masalah baru ini. Lalu aku menjawab dengan santai, karena pada dasarnya juga memang hanya salah paham, ya sudah. Aku jelaskan padanya. Hmm sudah kuduga, dan dugaanku benar. Orang itu tahu segalanya daru a-z. Client-client ku pun dia tahu semuanya. Ini bukan suatu bentuk kegajilan lagi. Ini suatu kegagalan dariku menaruh kepercayaan terhadap orang lain. Semua info-info tentang diriku dia tahu semuanya. Detail, yang aku pertanyakan disini adalah orang yang tahu semuanya itu baru kenal denganku sebulan yang lalu. Bukankah ini mengejutkan. Tapi, seperti biasanya, aku berhasil membuat orang itu percaya padaku. Sampai rumah, aku merenung. Memang aku jahat sekali pada laki-laki sepertinya. Hmm.. bukan salahku karena mind setku seperti iu, banyak hal yang tidak kalian tahu wahai kawan-kawanku. Semua kenanganku tentang makhluk adam adalah gelap.Bukankah suatu kebebasan untuk setiap orang memilih jalan dan cara hidupnya?. Ini pula yang terjadi padaku. Tapi, disetiap kejahatan pasti ada sedikit kebaikan. Pasti. Sejak hari itu, kuhentikan pekerjaanku sebagai agen. Karena identitasku terbongkar, jika suatu saat ini menyebar maka, orang yang terkuatlah yang akan berdiri dengan saya sampai akhir..
Tentang kedua orang baru dalam hidupku.
A. Segala artikel di blog ini mengacu padanya, jadi cukuplah dia tidak perlu kuceritakan di artikel ini. Dia adalah orang yang memberitahuku secara tersirat antara kebaikan dan kejahatan. Dia adalah orang yang mengajakku banyak berpikir walaupun dia tidak pernah bercengkrama dengan saya. Aku takut dengan laki-laki dan dia takut dengan perempuan. Yes. Impas. Kita tak pernah merencanakan untuk bekerjasama. Tapi, yang sudah kubilang takdir yang ingin main-main sama kita. Tinggal tunggu tanggal mainnya lah. Kalaupun akhirnya sama seperti yang sebelum-sebelumnya, ya sudah i have done. Hanya dengan isyarat pun, aku bisa paham apa yang dia mau dan apa yang ada dipikirannya, karena dia berpikir sama sepertiku. Pada saat yang bersamaan pun, dia sering membuatku sedih dan senang dalam waktu yang bersamaan. Aneh. Kita seperti terhubung satu dengan yang lain. Dia sungguh orang yang sangat bijak dan mandiri. Ketika sakit pun dia tak mau mengabari orang tuanya nun jauh disana. Tapi cuek sekali dia.
B. Untuk orang ini. Hanya 3 kata. Aku sayang dia. Dia adalah orang yang terpaksa karena keadaan. Sungguh aku tidak mau bila dia tersakiti. Segala tingkah lakunya ku awasi, karena aku merasa dia adalah seseorang yang harus kujaga. Begitulah naluri seorang kakak. Akan tetapi orang yang ini sering sekali menghiburku. Ada disaat aku sedih dan senang, walaupun kita baru berkenalan beberapa bulan yang lalu. Aku ingin berbuat sesuatu yang membuatnya senang. Dia tahu orang yang aku perhatikan. Ia sering membelaku. Sungguh sesuati yang sangat luar biasa dia dapat menerima keadaan dengan menyikapinya seperti orang dewasa. Banyak orang tidak sependapat dneganku tentang orang ini. Akan tetapi aku melihatnya dengan sisi lain. Kamu anak istimewa. Aku salut sama kamu. Janganlah bersedih, banyak teman yang siap membantumu, termasuk aku. Jangan kira kamu sendirian, kamu punya banyak teman yang selalu siap menangkapmu saat kamu jatuh. Semangat ya !